Palu – Bincang Redaksi National Geographic: Ungkap Potensi Air Melimpah di Luwuk Sulteng. Sains dan penjelajahan membuka cara pandang baru terhadap potensi air di Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Tergambar dalam Bincang Redaksi National Geographic Indonesia bersama Iguana Tompotika di Kedai KST Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Selasa (23/12/2025) malam. Managing Editor National Geopraphic Indonesia Mahandis Yoanata, Videographer Rizky Martin, Contributing Writers Yardin Hasan, dan Contributing Photographer Josua Marunduh menjadi narasumber.
Dari Iguana Tompotika Zaldi Putra Abdul Gani dan External Communications Supervisor Donggi Senoro LNG (DSLNG) Rahmat Azis. Momen ini mempertemukan warga, jurnalis, akademisi, dan Pemkab Banggai. “Diskusi ini akan menjadi sebuah hal strategis untuk melihat masa depan Luwuk secara lingkungan, ekosistem untuk kita di sini dan anak-anak kita,” tutur Senior Manager Relations & Communication PT Donggi Senoro LNG, Aji Wihardandi.
Baca Juga : Bupati Erwin Burase Imbau Warga Isi Tahun Baru 2026 dengan Zikir, Doa dan Kegiatan Positif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Bincang-Redaksi-National-Geographic-Indonesia.jpg)
Bincang Redaksi, kata dia, bermanfaat dan memberikan sesuatu yang baru dan bekal pengetahuan.
“Bagaimana kemudian kita bisa berkaca dari yang kita punya dan apa yang harus kita jaga jaga dan bagaimana ini bisa bermanfaat untuk generasi selanjutnya,” terangnya. Sebelum Bincang Redaksi, National Geographic Indonesia dan Iguana Tompotika menyusuri sumber mata air di Luwuk hampir sepekan. Bertajuk Ekspedisi Air untuk Masa Depan.
Didukung PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), penjelajahan sampai ke tutupan hutan dan karst kokoh.Air Terjun Piala, Ayus, Mokokawa, dan Salodik juga didatangi tim ini. Juga mata air Mambual, Maahas, Kombos, Mangkio di seputaran Luwuk. “Saya cukup terkesiap, ternyata air begitu melimpah,” ujar Managing Editor National Geopraphic Indonesia, Mahandis Yoanata. Karst menjadi tempat penyimpanan air di Luwuk sampai Luwuk Selatan.
Bahkan, muncul di cela bebatuan seperti di mata air Mambual.
“Saya menyebutnya bumi yang dahaga, dalam arti seperti spons, menyerap air banyak sekali,” tuturnya. Penelitian Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Banggai dan Universitas Gajah Mada mengonfirmasi melimpahnya air. Kota di lengan Sulawesi ini, tercatat memiliki potensi air permukaan 1.470 liter per detik.
Khusus di kawasan Halimun, Kecamatan Luwuk Selatan, menyimpan potensi air tanah 3 miliar kubik per tahun. “Ini belum termanfaatkan dengan baik,” ungkap Kepala Brida Banggai, Andi Nur Syamsi Amir. Zaldi Putra Abdul Gani dari Iguana Tompotika mengungkapkan, motto Kota Air sejak lama disebut. Meski kata itu akronim dari aman, indah, dan rapi, tetapi berkaitan erat atas berlimpahnya air di Luwuk. “Potensi air kita melimpah,” tuturnya.