Palu – Industri kreatif berbasis kakao di Sulawesi Tengah semakin menunjukkan taringnya. Salah satu pelopornya adalah Banua Cokelat, produsen cokelat asal Palu yang berhasil mengangkat pamor kakao lokal ke pasar nasional bahkan internasional. Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi rasa yang unik serta dukungan logistik dari JNE.
Mengangkat Potensi Kakao Palu
Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan sekitarnya, dikenal sebagai salah satu penghasil kakao berkualitas tinggi di Indonesia. Namun selama ini, sebagian besar hasil panen hanya dijual sebagai bahan mentah. Banua Cokelat hadir untuk memberi nilai tambah dengan mengolah biji kakao menjadi produk cokelat premium.
Owner Banua Cokelat, Rini Damayanti, mengatakan bahwa misinya adalah membuktikan kakao lokal mampu bersaing dengan produk impor.
“Kami ingin memperkenalkan cokelat asli Palu dengan rasa yang otentik, mulai dari dark chocolate, milk chocolate, hingga varian rasa khas Indonesia seperti kelapa, pala, dan rempah,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Inovasi Rasa Jadi Daya Tarik
Tidak hanya mempertahankan cita rasa asli, Banua Cokelat juga berani berinovasi. Mereka menghadirkan varian unik seperti cokelat jahe pala, cokelat kelapa panggang, dan cokelat kopi Sulteng yang diminati wisatawan maupun pelanggan online.
Inovasi ini membuat Banua Cokelat menembus pasar oleh-oleh premium dan berhasil masuk ke toko-toko ritel di kota besar.

Baca juga: Polresta Palu Gelar Gerakan Pangan Murah Selama Dua Hari, Warga Cukup Tunjukkan KTP
Peran Penting JNE dalam Distribusi
Berkembangnya penjualan Banua Cokelat juga didukung oleh layanan pengiriman JNE. Dengan jaringan distribusi luas, JNE memastikan produk bisa sampai ke tangan konsumen dalam kondisi prima, bahkan hingga wilayah pelosok.
“Produk cokelat sensitif terhadap suhu dan kelembapan. Kerja sama dengan JNE membantu kami menjaga kualitas sampai di tangan pembeli,” jelas Rini.
Pihak JNE Palu menyatakan bangga bisa ikut memajukan UMKM lokal melalui dukungan logistik yang cepat dan aman.
Merambah Pasar Digital
Selain pemasaran offline, Banua Cokelat memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk menjangkau konsumen lebih luas. Strategi ini terbukti efektif, terutama setelah tren belanja online meningkat pasca-pandemi.
Memberdayakan Petani Lokal
Banua Cokelat juga bekerja sama dengan kelompok tani kakao di wilayah Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong. Dengan membeli biji kakao langsung dari petani, mereka membantu meningkatkan kesejahteraan dan memastikan pasokan bahan baku berkualitas.
Harapan ke Depan
Ke depan, Banua Cokelat berencana menambah varian produk dan membuka gerai oleh-oleh di beberapa kota besar. Rini berharap pemerintah daerah semakin mendorong inovasi berbasis potensi lokal agar Palu dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga sebagai kota cokelat berkualitas dunia.





