, ,

BPBD Kota Palu Ungkap Kronologi Kejadian Pencurian Kabel Sirine Fasilitas Peringatan Dini Tsunami

oleh -90 Dilihat

Palu – BPBD Kota Palu Ungkap Kronologi Kejadian Pencurian Kabel Sirine Fasilitas Peringatan Dini Tsunami. Kabel sirine sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu dilaporkan hilang dicuri.

Fasilitas tersebut merupakan bagian dari program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) yang didukung Bank Dunia dan melibatkan kolaborasi BNPB serta BMKG sebagai tanda peringatan awal datangnya bencana tsunami. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu, Irfan Suebo, menjelaskan pencurian itu terjadi tanpa sepengetahuan petugas. Irfan mengatakan tiang sirine EWS belum memiliki pagar pengaman karena dalam program IDRIP belum disediakan fasilitas tersebut.

Namun, bagian dalam tiang sudah dilengkapi sistem pengamanan. Di dalam tiang itu ada kotak pendistribusian sambungan dari ruang command center ke tiga titik lokasi. Semua sudah terkoneksi,” ujar Irfan saat ditemui, Selasa (25/11/2025). Ia menegaskan pihaknya tidak menyalahkan kelurahan maupun kecamatan. Menurutnya, pencurian dilakukan lebih dari satu orang. Rekaman CCTV juga telah diamankan dan diserahkan ke Polsek Palu Barat untuk diidentifikasi. Pencurian terjadi pada tiang sirine EWS di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat.

Baca Juga : FMPST Aksi di Gubernur Sulteng, Desak Gubernur Tolak Tambang di Kabupaten Banggai

BPBD Kota Palu Ungkap
BPBD Kota Palu Ungkap

Irfan menyebut sejak 21 November 2025, sirine di titik tersebut tidak lagi berbunyi saat uji coba rutin. Setelah anggota mengecek di lokasi, ternyata kabel dari ground sampai ke box itu hilang, dipotong,” jelasnya. Informasi awal diterima BPBD pada Minggu (23/11/2025) setelah vendor melaporkan sirine tidak berfungsi. Saat pengecekan, petugas tidak menemukan kunci box kontrol, dan baru ditemukan keesokan harinya. Hasil pemeriksaan memperlihatkan jelas bekas potongan kabel.
Irfan belum dapat memastikan panjang kabel yang hilang, namun memperkirakan sekitar 5 meter. “Di dalam kabel itu ada tembaga sebesar dua jari. Dengan panjang kabel itu, pasti kerugiannya cukup besar,” katanya.

Tidak ada kerusakan fisik pada tiang, namun fungsi sirine menjadi sepenuhnya terganggu. “Sirine tidak akan berbunyi ketika terjadi bencana. Itu yang paling berbahaya,” tegas Irfan. BPBD menyebut uji coba sirine dilakukan rutin setiap tanggal 26 bulan berjalan, sesuai standar BMKG. Sementara itu, proses perbaikan kabel masih menunggu konfirmasi dari vendor karena aset tersebut belum dihibahkan ke Pemda atau BPBD Kota Palu.

Memori CCTV sudah diserahkan ke Polsek Palu Barat. Irfan mengaku belum melihat langsung rekamannya dan masih menunggu hasil penyelidikan. BPBD juga langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat. “Saya sudah laporkan ke Wali Kota. Kami akan undang Lurah Talise, Silae, Lere, Camat Palu Barat, Ulujadi, Palu Timur, serta RT terkait,” ujarnya. BPBD berencana membahas pengamanan fasilitas EWS, termasuk usulan pemanfaatan Dana Kelurahan (Dana 366) untuk pembangunan pagar pengaman. “Keberadaan alat ini sangat penting, jadi perlu ada sinergi untuk memastikan keamanannya,” tutup Irfan.

 

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.