, ,

Sistem Peringatan Tsunami di Palu Hilang Dicuri, BPBD: Kejahatan yang Fatal

oleh -22 Dilihat

Palu – Sistem Peringatan Tsunami di Palu Hilang Dicuri, BPBD: Kejahatan yang Fatal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas pencurian fasilitas sistem peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS).

Insiden ini dinilai sebagai tindak kejahatan yang membahayakan keselamatan publik. “Kami menyayangkan pencurian kabel EWS, satu saja komponen alat ini hilang tentu alat deteksi tsunami tidak bisa berfungsi. Pencurian kabel EWS kami anggap kejahatan yang fatal,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu, Irfan Suebo, di Palu, Selasa (25/11/2025) dikutip dari Antara. Menurut Irfan, pencurian tersebut tidak hanya merusak fungsi peralatan vital, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pengamanan fasilitas kebencanaan harus melibatkan pemerintah dan masyarakat.

Apa Pentingnya Fasilitas EWS Bagi Keamanan Publik? Fasilitas EWS merupakan bagian dari program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), yang didukung oleh Bank Dunia dan melibatkan BNPB serta BMKG sebagai komponen utama dalam sistem peringatan dini tsunami. “Tiang sirine EWS terpasangan di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat belum memiliki pagar pengaman, karena fasilitas tersebut belum termasuk dalam dukungan program IDRIP. Namun di bagian dalam tiang sudah ada sistem pengamanan,” ujarnya.

Baca Juga : Sebut Antrean SPBU di Medan Mulai Terurai, Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam

Sistem Peringatan Tsunami di Palu
Sistem Peringatan Tsunami di Palu

EWS berfungsi sebagai perangkat sirine yang akan berbunyi untuk memberi peringatan kepada masyarakat ketika terjadi potensi tsunami. Hilangnya satu komponen penting seperti kabel distribusi dapat mematikan seluruh sistem. Bagaimana Kronologi Pencurian Kabel EWS? Irfan menjelaskan bahwa kabel yang dicuri merupakan jalur distribusi sambungan dari ruang command center ke tiga titik sirine di wilayah Palu Barat. Sejak 21 November 2025, sirine di titik Lere tidak merespons saat dilakukan uji coba rutin bulanan.

Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas, kabel dari bagian bawah tiang hingga kotak kontrol diketahui hilang. “Di dalam kabel itu ada tembaga cukup besar. Diperkirakan panjang kabel yang hilang sekitar lima meter,” kata Irfan. Meski tidak ada kerusakan fisik pada tiang, hilangnya kabel membuat fungsi sirine menjadi tidak optimal. “Sirine tidak akan berbunyi ketika terjadi bencana. Ini yang paling berbahaya bagi keselamatan warga,” ujarnya menegaskan. BPBD menerima laporan kehilangan pada Minggu (23/11/2025) setelah vendor menemukan sirine tidak berfungsi.

Pemeriksaan lokasi menunjukkan adanya bekas potongan kabel, dan rekaman CCTV di sekitar lokasi telah diserahkan ke Polsek Palu Barat untuk penyelidikan. Informasi terbaru pada awal Rabu 3 Desember 2025 , laporan terhadap pencurian fasilitas umum tersebut sudah ditangani polisi. Terduga pelaku sudah diamati, dan disebut polisi sebagai seorang pencuri kambuhan atau residivis.

Langkah Apa yang Akan Diambil BPBD? “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Wali Kota dan akan mengundang lurah serta camat terkait untuk membahas penguatan pengamanan fasilitas EWS,” kata Irfan. BPBD juga membuka opsi pemanfaatan dana kelurahan untuk membangun pagar pengaman di sekitar tiang sirine. Upaya ini dianggap penting karena EWS merupakan instrumen keselamatan publik yang harus dijaga bersama.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa sirine tsunami diuji setiap tanggal 26 sesuai standar BMKG. “Keberadaan alat ini sangat penting. Masyarakat perlu ikut menjaga fasilitas EWS, karena ini menyangkut keselamatan kita semua,” tuturnya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.