, ,

Wakil Bupati Parigi Moutong Soroti Penggunaan Pemain Bayaran di Porprov X Sulteng 2026

oleh -54 Dilihat

Palu – Wakil Bupati Parigi Moutong Soroti Penggunaan Pemain Bayaran di Porprov X Sulteng 2026. Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid menyoroti maraknya penggunaan pemain bayaran menjelang Porprov X Sulawesi Tengah tahun 2026.

Ia menyebut fenomena pemain luar daerah dapat merugikan pembinaan atlet lokal. “Tujuan kita ini mengorbitkan anak daerah. Untuk apa menang kalau semua pemain dari luar Sulawesi Tengah,” tegasnya. Abdul Sahid menyampaikan itu saat membuka seleksi atlet voli Porkab VI Parigi Moutong di Alun-Alun Kantor Bupati, belum lama ini.

Menurutnya, beberapa daerah berpotensi memborong pemain karena memiliki anggaran besar untuk belanja atlet bayaran. “Kondisi ini bisa membuat peluang atlet lokal hilang. Ini yang harus dijaga,” ujarnya. Ia menegaskan perlunya regulasi ketat tentang status atlet di Porprov 2026. Abdul Sahid memastikan Parigi Moutong akan berkonsultasi dengan KONI Kabupaten dan Pengprov PBVSI Sulteng. “Kami minta batas penggunaan maksimal dua pemain bayaran per kabupaten,” jelasnya.

Ia menilai penggunaan berlebihan pemain luar akan mencederai tujuan utama Porprov. Abdul Sahid mengatakan ajang olahraga daerah harus menjadi ruang pembinaan atlet muda. “Kita ingin Porprov jadi panggung anak-anak Sulteng, bukan dominasi atlet impor,” katanya. Ia menyebut kemenangan tidak berarti jika diraih tanpa kontribusi atlet lokal. Abdul Sahid juga meminta seleksi atlet voli Porkab tetap objektif dan profesional. “Tidak ada titip-menitip nama. Semua wajib ikut mekanisme seleksi,” tegasnya.

Baca Juga : Dosen Hukum Tata Negara Unismuh Palu Nilai Putusan MK Soal Larangan Polri di Jabatan Sipil Keliru

Wakil Bupati Parigi Moutong
Wakil Bupati Parigi Moutong

 

Ia berharap proses pembinaan berjalan jangka panjang dan tidak instan. Ia menyebut fenomena pemain luar daerah dapat merugikan pembinaan atlet lokal. “Tujuan kita ini mengorbitkan anak daerah. Untuk apa menang kalau semua pemain dari luar Sulawesi Tengah,” tegasny “Yang belum terpilih jangan berkecil hati. Terus berlatih untuk kesempatan berikutnya,” ungkapnya. Menurutnya, beberapa daerah berpotensi memborong pemain karena memiliki anggaran besar untuk belanja atlet bayaran. “Kondisi ini bisa membuat peluang atlet lokal hilang.Sahid menutup sambutan dengan pesan agar sportivitas  tetap dijaga. “Olahraga ini untuk menyatukan masyarakat Parigi Moutong,” tandasnya.

Terus berlatih untuk kesempatan berikutnya,” ungkapnya. Menurutnya, beberapa daerah berpotensi memborong pemain karena memiliki anggaran besar untuk belanja atlet bayaran. “Kondisi ini bisa membuat peluang atlet lokal hilang. Sahid menutup sambutan dengan pesan agar sportivitas  tetap dijaga. “Olahraga ini untuk menyatukan masyarakat Parigi Moutong,” tandasnya. Ia menyebut fenomena pemain luar daerah dapat merugikan pembinaan atlet lokal.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.